Langsung ke konten utama

Kaleidoskop Balai Diklat KKB Bogor Tahun 2015

Gambar 1. Sesi Materi Pengenalan Metode Kontrasepsi Bersama Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Bogor, Ibu Bidan Ii Kusmilatipah



Gambar 2. Widyaiswara Balai Diklat KKB Bogor, Sebelah kiri Anindita Dyah Sekarpuri, S.Psi, MSR dan Sebelah kanan Angela Sri Melani Winyarti, SE, MM



Gambar 3. Para Peserta Diklat KIP/Konseling Bagi Petugas Lapangan Kab/Kota Binaan Balai Diklat KKB Bogor Tahun 2015 berpose bersama di depan Balai Diklat Bogor



Gambar 4. Serunya suasana para Peserta Diklat KIP/Konseling Bagi Petugas Lapangan Kab/Kota Binaan Balai Diklat KKB Bogor Tahun 2015 di ruang kelas

Gambar 5. Suasana Konseling menggunakan Alat Bantu Pengambilan Keputusan



Gambar 7. Kepala Balai Diklat KKB Bogor, Drs Abdullah sedang memberikan materi Kebijakan Program KKBPK Provinsi Jawa Barat




Gambar 8. Kasubbag Penyelenggaraan, WI dan Kepala Balai Diklat KKB Bogor Pada saat Penutupan Diklat


Gambar 9. Suasana Pelatihan BCC (Behaviour Change Communication) Oleh Narasumber Drs. Ariyanto Idris, MA

Gambar 10. Pelatihan Program KKBPK bagi Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat di 7 Kabupaten/ Kota Provinsi Jawa Barat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Handout Diklat KIP/K dengan ABPK

Diklat Komunikasi Interpersonal/Konseling (KIP/K) bagi Provider (Bidan) dengan menggunakan Alat Bantu Pengambilan Keputusan Ber-KB di Balai Diklat KKB Bogor menggunakan handout yang disusun oleh BKKBN bersama USAID. Kemampuan Bidan dalam melaksanakan konseling ber KB sangat diperlukan agar dapat memantapkan keputusan klien dalam mengambil keputusan yang didasarkan pada prinsip 4K dalam pengambilan keputusan ber KB. Berikut link materi yang dapat diunduh sebagai bahan pengayaan dalam pelaksanaan belajar mengajar di kelas dan di lapangan.  Bapak/Ibu kami persilahkan untuk klik langsung pada tautan di bawah ini dan disarankan untuk tetap mencantumkan sumber referensi.  Materi ABPK Bidan

Pelatihan Diklat Penjenjangan Bagi Penyuluh KB (PKB) Terampil Ke Ahli Tahun 2018 Metode On Off

Terbitnya Undang-Undang No 52 tahun 2009 tentang Perkembangan   Kependudukan dan Pembangunan Keluarga   membawa implikasi yang lebih luas   ke dalam tatanan baru penyelenggaraan Program Keluarga Berencana Nasional   dalam seluruh aspeknya. Undang-undang tersebut ditindaklanjuti dengan diterbitkannya PP Nomor 87 tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunanan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga. Sebagai konsekuensi logis dari pengembangan fungsi tersebut   BKKBN   yang semula merupakan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional berubah   menjadi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. Dan yang menjadi visi Program KB adalah menjadi lembaga yang handal dan dipercaya dalam mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan berkualitas.   Berbagai perubahan pada tingkat hulu tentu saja akan membawa pengaruh yang lebih luas kepada pelaksanaan program di tingkat hilir yakni tingkat lini lapangan, di mana Penyuluh Keluarga Berncana   (PKB/

Pelatihan Sekolah Siaga Kependudukan Tahun 2017

Kondisi kependudukan di Indonesia saat ini yang digambarkan melalui empat matra kependudukan yaitu pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk, pengarahan mobilitas penduduk dan tertib administrasi kependudukan   masih jauh dari kondisi ideal. Dari aspek pengendalian kuantitas penduduk, ditandai dengan meningkatnya laju pertumbuhan penduduk (LPP) dari 1,45 % per tahun (1990-2000) menjadi 1,49% per tahun (2000-2010). Angka kelahiran Total (TFR) mengalami stagnasi sebesar 2,6 anak per wanita (SDKI 2002 s.d 20 12 ). Dari aspek peningkatan kualitas penduduk ditandai dengan angka kematian maternal (MMR) sebesar 228 per 100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi (IMR) sebesar 3 2 per 1.000 kelahiran hidup (SDKI 20 12 ) menempati urutan tertinggi di antara negara-negara Asia Tenggara. Dari sisi kualitas SDM penduduk Indonesia, peringkat Indeks Pembangunan Manusia (HDI) Indonesia tahun 2016 menempati peringkat 12 18 dari 187 negara yang di survei, menempatkan Indo